Breaking

Murid Les Private Ku Ajarin Cara Browjob Biar Cepat Dewasa

Murid Les Private Ku Ajarin Cara Browjob Biar Cepat Dewasa

Ujian kenaikan kelas telah berakhir dan dengan nilai raport yang pas-pasan aku pun merangkak naik ke kelas 3. Berbeda denganku, Sonya, yang kali ini nilai raportnya naik dan menjadi rangking 3 di kelasnya melenggang mulus naik ke kelas 2 SMP, begitu juga dengan adiknya, Tia, yang nilai raportnya sama bagusnya dengan kakaknya, naik ke kelas 3 SD. Hal ini membuat bapak dan ibu Sis merasa gembira dan bangga terhadap anak-anak gadisnya.

“Tia, Sonya, papa dan mama sangat bangga pada kalian yang rajin belajar selama ini, untuk itu papa akan mengajak kalian berlibur ke Bali!” kata Pak Sis yang disambut dengan sorakan kebahagiaan oleh Tia dan Sonya.

“Si abang juga harus ikut ya Pa!” kata ibu Sis kepadaku yang langsung ditimpali oleh Pak Sis, “Iya, kamu juga harus ikut karena kata ibu, selama ini kamulah yang selalu membantu Tia dan Sonya dalam belajar, jadi kamu juga pantas mendapatkan hadiah!”Garudaqq

“Maaf Pak, Bu, kelihatannya saya tidak bisa ikut kali ini karena saya harus ke Jakarta berkumpul bersama keluarga, saya sudah kangen untuk bertemu ayah ibu serta adik-adik” Jawabku.

“Iya ya Pa, si abang ini khan sudah lama bersama keluarga kita, jadi dia pasti ingin berkumpul dengan keluarganya selama liburan ini.” Kata Ibu Sis.

“Baiklah kalau begitu, sampaikan salam kami kepada orang tuamu ya!” Kata Pak Sis.

“Baik Pak!” jawabku.

Akhirnya, aku pun bisa berkumpul kembali dan menikmati masa liburan yang menyenangkan bersama keluargaku. Selama berlibur, kadang-kadang aku teringat masa indah bersama Sonya, di mana aku selalu memberinya kenikmatan oral seks sampai tubuh kecil itu menggelinjang-gelinjang tak karuan kala getar orgasme yang dahsyat melanda dirinya. Selama itu pun aku tidak pernah menagih janji Sonya untuk mengajak adiknya agar mau kuberikan pelajaran “os” ku. Setiap ada kesempatan yang menurutnya “aman” ia pasti memintaku untuk “memberinya”, dan tentu saja selalu kuturuti karena aku juga sangat menikmatinya.

Semakin hari permintaannya semakin sering, mungkin seiring dengan bertambah dewasanya Sonya dan hormon-hormon tubuhnya pun mulai aktif mengakibatkan nafsunya pun meningkat sampai-sampai terkadang aku harus menolaknya karena menurutku keadaan di rumah sedang “belum-aman”.

Selain memberinya “os”, aku juga sering mengajaknya menonton film yang bertema blowjob dan cumshots sambil memberinya semacam pengertian. Aku sangat berharap bahwa suatu hari nanti Sonya dengan kesadarannya sendiri, tanpa paksaan mau mengkaraoke milikku. Reaksi Sonya ketika menonton film-film tadi sebenarnya biasa-biasa saja karena memang ia telah sering kali kuperlihatkan adegan seperti itu, tetapi reaksinya berubah ketika suatu hari aku memperlihatkan kepadanya film bukkake jepang yang kupinjam dari temanku yang memang anak orang kaya itu.

Aku berani mengajaknya nonton malam itu karena bapak dan ibu Sis sedang menginap di luar kota sedangkan si Was, pembantu, sudah tidur di kamar belakang. Biasanya ketika menonton film blowjob dan cumshots, Sonya masih bisa bersenda gurau denganku sambil menggelitiki pinggangku dengan jarinya yang nakal secara tiba-tiba di tengah adegan yang sedang seru sehingga suasana pun berubah jadi canda dan tawa yang sering pula kuakhiri dengan memberinya “os”.

Kali ini Sonya tampak terlihat serius, ia bertanya mengapa banyak sekali laki-lakinya yang hanya mengenakan celana dalam saja sedangkan perempuannya hanya satu dengan berpakaian semacam jas hujan yang tipis di ruangan yang besar itu. Aku pun segera menjelaskan bahwa tidak perlu khawatir, perempuan itu tidak akan disakiti, lalu kudekap dia dari samping sambil menemaninya menonton.


Suaranya yang halus dan manja serta silhouette tubuh sexy femininnya plus dua bukit kembar di balik dasternya yang tipis membuat birahiku menggelegak bak lahar di kawah candradimuka, ingin rasanya segera menerkam dirinya dan segera memberikan sentuhan kenikmatan seperti yang biasa kuberikan padanya, terlebih suasana saat ini telah begitu mendukung. “Hhh.. hh.. hh..” perasaan cemburu dan nafsu birahiku bercampur menjadi satu membuatku tidak mampu lagi mengatur nafasku, jantungku berdegup kencang.

“Eh Padi, udah dulu ya, Sonya mau bobo nich!” kata Sonya tiba-tiba mengakhiri pembicaraannya, mungkin ia juga bisa mendengar dengusan nafasku di telepon, tapi aku sudah tidak peduli, segera kututup telponnya dan segera berjalan dengan cepat ke arah Sonya yang tidak lama kemudian juga menutup telponnya lalu dengan setengah berlari ia masuk ke kamarku.

Ketika aku masuk ke kamar, kulihat Sonya tengah berdiri bersandar di meja belajar menantiku sambil kaki kirinya naik ke atas tempat tidurku sehingga dapat kulihat pahanya yang putih mulus itu tersingkap dengan jelas di hadapanku. Dengan cepat kupegang erat kedua bahunya, kutarik lalu kudorong merapat tembok.Garudaqq

Aku merapatkan jarak dengannya lalu kuraih kedua tangannya dan kuangkat ke atas menempel ke tembok lalu kutahan. Posisi Sonya sekarang bagaikan orang yang sedang “angkat-tangan” di hadapanku membuat kedua bukit kembarnya tercetak jelas di balik daster tipisnya. Ia memandangku dengan pandangan yang penuh kegairahan sambil sedikit menggigit bibir bawahnya. “Hhh.. hh..hh..” Aku memandang wajahnya dengan penuh nafsu sampai-sampai hembusan nafasku mengibaskan rambutnya.

Posisi dadanya yang membusung ke depan begitu menantang dikarenakan kedua tangannya yang masih juga kutahan di atas. Tanpa bisa kukontrol lagi aku segera menghisap dan menjilati payudara kuncup bidadari kecilku. Daster tipis yang membalut bukit kembarnya yang sexy itu tidak bisa menghalangi hisapan dan jilatan liarku, bahkan malah membuatku semakin bernafsu untuk menghisap, karena ternyata jika menjadi semakin basah, maka bukit kembarnya itu akan semakin tercetak dengan jelas. Hal ini membuat Sonya menggeliat-geliat kenikmatan. Tidak lama kemudian ciuman dan jilatan kuarahkan ke lehernya yang jenjang, dagunya lalu naik ke bibir tipisnya yang sexy. Pertarungan emosi antara nafsu dan rasio agar tidak melakukan hisapan dengan sangat kuat dan penuh nafsu, hingga bisa menyakiti dirinya membuat tubuhku bergetar.

Kekhawatiran itu membuat kelembutan diriku kembali muncul, lalu kuhisap lidah Sonya dengan lembut dan penuh perasaan, melepas kerinduanku yang sudah sekian lama tertunda, sementara tanganku pun mulai merayap turun untuk kemudian menjamah kedua bukit kembarnya. Sonya terlihat menikmati apa yang kulakukan terhadap dirinya lalu mulai merangkulkan lengan kirinya di leherku lalu tangan kanannya membelai kepalaku. Aku kemudian menggetarkan tanganku seperti vibrator yang kini memegang sepasang payudaranya, hal itu ternyata membuat Sonya amat sangat terangsang sehingga kali ini ia tidak bisa mengontrol dirinya dan mulai menghisap lidahku dengan kuat. Hisapannya pada lidahku begitu kuat di tambah rangkulan tangannya pada leherku sehingga membuat kepalaku serasa terjepit. Bagiku, selama masih dalam batasan yang wajar dan masih bisa kuatasi, Sonya boleh lepas kontrol terhadapku tetapi aku yang wajib untuk mengontrol diriku sendiri agar tidak menyakiti apalagi sampai merusaknya secara fisik.

Kugetarkan kembali tanganku agak kencang pada sepasang payudaranya yang sensitif itu dan “Aaahh..” Sonya mendesah. Apa yang kulakukan ternyata membuatnya terangsang hebat, begitu hebatnya sampai-sampai ia melepaskan hisapannya pada lidahku dan agak memundurkan payudaranya sedikit ke belakang agar terlepas dari getaran mautku. Kesempatan itu tidak kusia-siakan, segera kubuka daster tipis Sonya dan menyisakan CD putihnya, sehingga seolah masih menyimpan misteri yang membuatku menjadi selalu penasaran, lalu kugendong dia ke atas tempat tidurku sambil memberinya french kiss.

Tangan kananku pun sibuk mengusapi perutnya lalu turun ke bagian paha dalamnya dan naik lagi ke perutnya sambil sesekali membelai payudaranya yang sensitif itu. Rangsangan tanganku kini mulai kufokuskan, kuelus puncak bukit payudara kanannya dengan telunjukku sementara keempat jari lainnya memijat-mijat badan bukitnya yang secara utuh telah berada di bawah telapak tanganku. Perlahan tanganku menggetarkan bukit payudaranya lalu kupercepat intensitas getarannya, hal ini membuat Sonya kembali tidak dapat mengontrol dirinya. Rangkulan tangannya pada leherku menjadi sedemikian eratnya, begitu pula hisapannya pada lidahku yang seolah-olah ingin menelan seluruh cairan tubuhku sampai tak bersisa. Hangat nafasnya yang terengah-engah pun menerpa wajahku dan menambah sexy suasana.

Akhirnya Sonya menekan dadanya ke bawah agar payudaranya bisa terlepas dari getaran tanganku. Hisapan dan rangkulannya jadi agak mengendor, saat itu aku yakin Sonya berusaha curi nafas, tapi aku tidak mau membiarkan nafsunya turun begitu saja, lalu dengan cepat aku segera menggeser ciuman dan jilatanku ke leher kemudian menuju bukit payudara kirinya. Kuhisap dengan cepat puncaknya yang berwarna coklat muda yang indah memberikan gradasi warna yang kontras sempurna dengan kulitnya yang putih.

“Aaahh.. abaanghh.. hh.. hh.. sshh.. Sonya ngga kuat baang.. mo pipiissh..” Sonya kembali mendesah.

Aku bisa merasakannya, tentu saja dia langsung menyerah, sebab begitu mulutku mendapatkan putingnya langsung kuhisap dan kujilati puncak bukit payudara kirinya itu, tanganku pun langsung mengejar dan kembali menggetarkan payudara kanannya yang agak terlepas tadi.Garudaqq

“Abaanghh.. sshh.. aahh..” tubuh Sonya menggelinjang-gelinjang kenikmatan.

Ia juga mulai mengangkat pinggulnya yang berarti ia mau menyerah sekarang. Melihat hal itu aku segera bergerak cepat, menghentikan hisapanku lalu berpindah menuju selangkangannya. Kedua tanganku dengan sigap lalu membuka kedua pahanya lebar-lebar lalu kupinggirkan bagian celana dalamnya yang sudah basah dan masih menutupi vaginanya karena aku tidak punya waktu lagi untuk melepaskannya.

Sekarang aku bisa melihat cairan kenikmatan yang meleleh keluar dari daerah keperawanan Sonya. Aku segera menjilat dan menghisapnya sementara jariku masih menahan bagian CDnya yang tadi kupinggirkan agar tidak lagi mengganggu. Sonya segera mencengkram rambutku dengan kedua tangannya dan menekannya lebih dalam sementara paha kiri dan kanannya menjepit kepalaku dengan kuat.

“Abaanghh.. sshh.. aahh.. Sonya keluar.. baanghh..” teriaknya.

Tubuh Sonya yang sexy itu kini tersentak-sentak, sementara aku berusaha meredam gerakan liarnya agar rangsangan dan hisapanku tidak terlepas dari vaginanya.

“Aaahh..” Seiring dengan desahan itu, meluncurlah cairan orgasmenya yang hangat dan nikmat, langsung
kusambut dengan hisapan mulutku. Tekanan tangan dan jepitan pahanya kini sudah lepas, Sonya sudah tenang kembali tapi masih terlihat lemas, segera kubuka celana dalam putihnya yang menggangguku tadi.

Kini Sonya benar-benar telanjang bulat di hadapanku. Tubuhnya yang putih mulus itu terlihat mengkilap oleh keringat, matanya sayu menatapku dan ia mencoba untuk tersenyum. Aku tersenyum padanya dan mulai menjilati kembali daerah kewanitaannya yang kini sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu halus walaupun masih jarang. Sebenarnya, aku kurang suka melihatnya karena favoritku adalah daerah kewanitaan yang benar-benar bersih tanpa bulu, tapi daripada mengeluh, lebih baik aku mensyukuri apa yang kumiliki. Aku mulai menjilati bibir vertikal dan bulu-bulu halusnya, sementara tangan kiriku berusaha menjatuhkan CD Sonya ke bawah ketika tiba-tiba..

Kini Sonya benar-benar telanjang bulat di hadapanku. Tubuhnya yang putih mulus itu terlihat mengkilap oleh keringat, matanya sayu menatapku dan ia mencoba untuk tersenyum. Aku tersenyum padanya dan mulai menjilati kembali daerah kewanitaannya yang kini sudah mulai ditumbuhi bulu-bulu halus walaupun masih jarang. Sebenarnya, aku kurang suka melihatnya karena favoritku adalah daerah kewanitaan yang benar-benar bersih tanpa bulu, tapi daripada mengeluh, lebih baik aku mensyukuri apa yang kumiliki. Aku mulai menjilati bibir vertikal dan bulu-bulu halusnya, sementara tangan kiriku berusaha menjatuhkan CD Sonya ke bawah ketika tiba-tiba..

Celana dalam Sonya yang kupegang tadi tiba-tiba ditarik oleh seseorang yang tidak kami sadari keberadaannya sedari tadi. Aku sangat-sangat terkejut sampai-sampai aku terduduk tegak menghadap ke arah Sonya yang masih terlihat lemas. Aku tidak berani menoleh dan kurasa wajahku menjadi pucat.

“Iiih abang, ini khan celana dalam Kak Sonya jangan dilempar-lempar doong! lho, kok basah sih celananya?

Emangnya abang sama Kak Sonya lagi ngapain sih? Kok Kak Sonya telanjang?” pertanyaan beruntun yang
dilontarkan oleh suara mungil yang sangat kukenal baik.. ya, itu suara Tia..

Betapa cerobohnya aku sampai-sampai lupa mengunci kamar. Aku berusaha keras mengingat-ingat apa yang terjadi, mengapa Tia bisa lolos sampai di sini? Seharusnya dia khan sudah bobo..

Wuaahh.. kini aku ingat.. ini semua gara-gara telpon sialan itu yang membuat kami lupa untuk menidurkan

Tia. Rupanya ia masih menonton TV saat kami bercinta di sini. Tia lalu mendekati Sonya dan memberikan celana dalamnya yang ia ambil dari tanganku tadi. Sonya tidak tampak terkejut saat melihat Tia dan itu membuatku sedikit merasa tenang.

Sonya merangkul Tia dan berkata dengan lembut, “abang tadi sedang mengajarkan sesuatu yang pernah KakGarudaqq
Sonya ceritakan sama Tia, masih ingat khan?” tanya Sonya.

“Yang ngga boleh bilang papa mama itu khan? Iya kak, Tia masih ingat” jawab Tia.

Sonya tersenyum senang “Tia mau khan diajarin juga sama abang dan Kak Sonya?” lanjut Sonya.

“Tapi tadi Kak Sonya diapain sih sama abang, kok sampe teriak-teriak, Tia khan jadi takut” raut wajah Tia jadi agak berubah.

Sonya memeluk Tia dan membelai punggungnya seraya berkata, “abang tadi membuat Kak Sonya kegelian.. enaak sekali, saking enaknya Kak Sonya ngga sadar kalo teriak, naah kalo Tia mau diajarin sama Kak
Sonya dan abang, Tia harus selalu menepati janjinya ya!” bujuk Sonya.

“Iya kak, Tia janji ngga akan bilang papa mama dan mau nurut sama abang dan Kak Sonya” janji Tia.

Sonya tersenyum mendengarnya lalu menyodorkan kelingkingnya ke arah Tia sambil berkata, “janji yaa!” Tia pun lalu mengaitkan kelingkingnya dengan kelingking Sonya tanda ia berjanji.

Perasaanku menjadi tenang kembali melihat kakak beradik yang cantik itu rukun dan akur. “Nah, Tia sudah berjanji sama Kak Sonya, sekarang Tia harus berjanji juga dong sama abang!” perintahku. Tia lalu berjalan mengitari tempat tidur ke arahku sambil menyodorkan kelingkingnya untuk mengikat janji denganku. Aku melihat wajahnya yang begitu polos, begitu murni membuat perasaan sayangku padanya meluap-luap.

Manusia macam apa yang akan tega menyakitinya??

Aku segera mengangkatnya dan mendudukkannya di atas perutku lalu berkata, “Iya Tia sayaang, abang percaya sama Tia, Tia khan anak cantik yang baik.. cup kataku sambil mengecup keningnya.

“Nah, sekarang abang akan memperlihatkan bagaimana caranya memberikan oral seks kepada Kak Sonya,

Tia perhatikan baik-baik!” kataku sambil tersenyum padanya.

Baru saja aku mau bergerak ke arah Sonya, tiba-tiba Sonya duduk dan berkata, “tidak adil dong Bang kalau begitu, sekarang giliran abang yang Sonya kasih “os”!” katanya sambil bergerak ke arahku. Terus terang saja, aku terkejut mendengarnya sampai jadi salah tingkah, ternyata Sonya bukan hanya seorang anak cantik dan cerdas tetapi juga penuh pengertian. Sebenarnya aku agak malu mempertontonkan batangku di depan kedua godiva kecilku ini, tapi apa boleh buat..

Aku segera melucuti pakaianku di depan kedua goddess mungilku sesuai dengan permintaan Sonya.

Mungkin karena aku merasa agak malu sehingga batangku yang tadinya begitu tegang, menjadi kembali agak tertidur.Dengan telanjang bulat, aku segera menaiki tempat tidur lalu mengatur posisi Tia agar dia bisa memperhatikan dengan jelas apa yang akan Sonya lakukan. Tia masih tetap duduk di atas perutku tapi menghadap ke arah Sonya sehingga aku juga dapat memeluknya dari belakang, sementara Sonya sudah siap berhadapan dengan batangku.

“Tia, perhatikan Kak Sonya yaa!” kata Sonya pada Tia yang mulai memperhatikan ulah kakaknya itu dengan seksama. Sonya mulai mengecup dan menjilati batangku dari kepala hingga pangkal, buah zakar, dan tak lama kemudian batangku mulai bangun lagi.

“Iiih.. burungnya abang berdiri!” tiba-tiba Tia berteriak.

“Iya Tia, itu artinya abang sayang sama Kak Sonya” jawab Sonya menjelaskan.

Aku tersenyum lalu menambahkan, “abang sayang sama Sonya juga sama Tia” tambahku sambil mencium pipi Tia dari belakang.

Sonya lalu mulai memasukkan bagian kepala batangku ke dalam mulutnya lalu menguncinya dengan bibir dan lidahnya, kemudian dengan hati-hati agar tidak terkena giginya meluncur turun menuju pangkal batang sehingga hampir seluruhnya berada di dalam mulutnya selama beberapa saat, baru naik lagi ke bagian kepala.

“Aaah..” aku mulai menggeliat keenakan. Tia yang berada dalam pelukanku, kini menjadi sasaran

kegiatanku, tapi aku tidak berusaha merangsangnya agar perhatiannya tetap fokus pada Sonya. Aku hanya memeluknya dari belakang dengan penuh kehangatan dan mencium wangi rambut dan tubuhnya sebagai penambah stamina, yang juga merupakan aroma terapi bagiku agar mampu bertahan lebih lama menghadapi rangsangan blow job yang Sonya berikan.

Semakin nafsuku menggelegak naik, semakin aku menarik nafas dalam-dalam dengan perlahan, menikmati aroma harumnya tubuh dan rambut Tia. Suatu hal yang menarik bagiku adalah, jika seorang gadis cantik selalu rajin menjaga kebersihan tubuhnya dengan mandi secara teratur dan menggunakan sabun yang sesuai dengan kulitnya, bukan dengan memakai parfum banyak-banyak, maka ia akan terlihat selalu segar, awet muda dan selalu akan menebarkan aroma wangi yang bersih. Hal itu akan menjadi suatu ciri khas bagaikan sidik jari pada setiap orang.

“Ssshh.. aahh..” aku kembali mendesah. Hisapan dan gerakan Sonya yang semakin cepat membuat
konsentrasiku buyar. Rasa geli dan ngilu nikmat akibat kuluman dan hisapan itu mulai menjalar naik ke seluruh tubuh ini.

Kupeluk Tia dengan agak kencang, nafasku memburu, aku tidak kuat lagi untuk bertahan lebih lama dan,Garudaqq

“Aaah.. Sonya.. abang mau keluar sayaang.. sshh.. aahh..” Sonya segera melepaskan hisapannya, kini tangannya mengocok batangku dengan cepat, mulutnya membuka lebar siap menyambut semburan lahar cintaku.

Tubuhku bergetar hebat bagaikan terkena sengatan listrik dan akhirnya, “Sonya.. Aaahh.. croot.. croot.. croot..” spermaku pun muncrat dengan cepat dan banyak mengenai mulut dan wajah Sonya dan ketika tembakan spermaku tadi mulai berhenti, Sonya lalu menghisap batangku yang mulai melemas dengan antusias seperti seorang yang sedang menghisap permen lolipop.

Setelah merasa sudah tidak ada cairan yang tersisa pada saluran dalam batangku, Sonya pun duduk dan menatap wajahku yang kini bertopang lemas pada bahu kanan Tia, memandang sayu ke arahnya.

“Iiih, Kak Sonya kok mau minumin pipis abang?” tanya Tia setengah berteriak.

Sonya tersenyum lalu bertanya, “Tia sayang ngga sama abang?” Tia mengangguk.

“Kalau begitu Tia pasti nanti mengerti” kata Sonya dengan bijak.

Aku tersenyum mendengarnya, Sonya benar-benar seorang bidadari muda yang hebat dan bijak.

“Nah, pelajarannya selesai, besok kita lanjutkan lagi, sekarang Tia bobo yaa!” perintahku sambil menggendong Tia ke kamarnya dengan tubuhku yang masih telanjang bulat, sementara Sonya membersihkan dirinya.
www.GarudaQQ.org
Yukk...! Nonton Film Bokep Disini :

 Film Bokep Indonesia: www.nonabogil.blogspot.com

 Film Bokep Terbaru   : www.videoseks.ga
                                         www.ratubokep.ml

Tidak berapa lama Sonya masuk ke kamarnya dengan membawa piyamaku saat aku masih menunggui Tia yang sudah mulai terlelap di balik selimutnya yang hangat. Aku segera memakai piyamaku lalu menuju tempat tidur Sonya untuk mengucapkan selamat malam. Ia tersenyum memandangku, kukecup bibir tipisnya yang sexy itu seraya berkata, “Sonya, kamu sangat cantik dan luar biasa malam ini sayang” kubelai rambutnya dengan lembut, “sekarang bobo ya sayang” kataku lagi sambil memeluknya dengan penuh kehangatan, lalu kembali ke kamarku.

Keesokan pagi sampai dengan sore berjalan sebagaimana biasa, tetapi waktu malam setelah mereka kutemani dan kubantu menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya, itulah yang rruaarr biasaa. Malam-malam berikutnya programku kepada mereka adalah memberikan tontonan kepada Tia tentang film-film lesbian, dan juga peragaan deep and hot french kiss, pemberian oral dan blow job secara “live” antara aku dan Sonya.

Selama ini aku tidak pernah “menembus” Sonya dan menyentuh Tia secara lebih dalam, hal itu hanya kuwakilkan kepada Sonya. Kuminta Sonya untuk mempraktekkan french kiss dan pemberian oral pada Tia sementara aku mengamati dan memberinya instruksi sambil berbaring di samping Tia, memegang tangannya dan membelai lembut kepalanya. Beberapa adegan film close-up yang bagus sengaja ku paus untuk memberikan pengertian, terutama pada Tia, tentang gaya dan cara untuk memuaskan pasangannya.

Aku bagaikan seks instruktur bagi mereka (I’m a sex instructor for pretty young divas only, first lesson’s free). Pengertian-pengertian yang kuberikan bukan hanya sebatas aktivitas di atas ranjang saja, tetapi juga sampai pada menjaga gizi seimbang, olahraga yang teratur agar tubuh tetap sexy dan enak dipandang, serta bagaimana cara membersihkan tubuh mereka terutama daerah-daerah yang paling feminin dan misteri dari seorang wanita, tapi untuk hal yang satu itu hanya sebatas pengetahuanku saja, mengenai detilnya, kuanjurkan agar mereka bertanya pada ibundanya. Aku berusaha untuk menanamkan pemikiran serta sikap pada kedua goddess mudaku ini bahwa menjaga kebersihan diri merupakan hal yang teramat sangat penting bagi seorang wanita. Pernah juga Sonya bertanya mengenai perubahan yang terjadi pada tubuhnya dan membandingkannya dengan cewek-cewek yang ada di film lesbian yang kami tonton.Garudaqq

Ia bertanya mengapa cewek-cewek itu di daerah ketiak dan kewanitaannya bersih tanpa bulu, lalu apakah kalo besar nanti payudaranya akan tumbuh jadi sebesar bola basket seperti yang di film karena ia tidak mau seperti itu dan ingin yang normal saja seperti milik ibunya, dan mengapa milikku tidak sebesar tongkat baseball menakutkan seperti yang di film. Aku memberikan penjelasan bahwa mengenai daerah ketiak dan kewanitaan yang bersih tanpa bulu karena mereka secara teratur mencukurnya karena hal itu melambangkan kefemininan, keindahan dan keseksian bagi mereka, kukatakan juga bahwa mereka itu mencukurnya dengan alat cukur janggut seperti milik papanya tapi kembali kutegaskan mengenai yang lebih benarnya sebaiknya bertanya langsung ke ibu mereka atau ke sesama teman cewek di sekolah yang pastinya lebih mengetahui secara detil hal-hal semacam itu.

Intinya, seorang wanita cantik akan lebih sempurna apabila pandai menjaga kebersihan tubuhnya menghilangkan rambut di tubuhnya secara teratur, kecuali tentunya rambut pada bagian kepala karena itu merupakan sebuah Tiara kecantikan yang wajib untuk selalu dirawat dan dipertahankan. Kuanjurkan juga agar mereka saling mengingatkan untuk selalu menajaga kebersihan diri dengan sebaik mungkin, karena walaupun Sonya dan Tia cantik-cantik bagaikan bidadari, namun kalau tidak pandai merawat diri, pasti akan terlihat sangat tidak menarik. Mereka tahu dan pernah melihat contoh-contoh kurang baik yang kuperlihatkan dan mereka pun tidak ingin menjadi seperti itu.

Mengenai payudaranya, aku jelaskan bahwa itu akan tumbuh dan berkembang secara normal tetapi tidak akan sebesar seperti yang kami lihat di film, karena yang di film itu merupakan hasil operasi plastik penanaman silikon, lagipula kutambahkan bahwa aku sangat menyukai yang natural asli alami seperti payudara milik Tia dan Sonya. Mengenai milikku, kujelaskan bahwa batang segede tongkat baseball itu masih bisa dibilang kecil.. karena ada yang segede dan sepanjang tiang listrik hahaha.. Kujelaskan batang yang besar itu tidak banyak manfaatnya, malah hanya akan menyakiti si cewek. Contoh yang kuberikan pada

Sonya adalah ketika dia memberiku blowjob, maka dia tidak perlu membuka mulutnya lebar-lebar dalam waktu yang lama karena hal itu akan menyakitkan buat rahangnya, lalu kalau dimasukkan ke dalam vagina pasti akan membuat si cewek kesakitan, walau tidak lama karena setelah itu pasti terasa nikmat, tetapi efeknya adalah meninggalkan lubang yang besar dan meninggalkan bentuk yang kurang sedap dipandang.

Aku mengetahuinya karena aku sudah mendengar pengakuan yang diberikan oleh seorang aktris pemain film seks professional itu sendiri kepadaku. Karena itulah aku tekankan pada mereka untuk selalu menghargai dan memanfaatkan dengan sebaik-baiknya semua yang mereka miliki agar lalu tidak menjadi rendah diri dan bersembunyi di balik kepalsuan. Aku juga menanyakan pada Sonya apakah dia suka batang yang segede di film, Sonya mengatakan bahwa ia takut melihatnya dan ia lebih suka yang normal alami. Kutegaskan bahwa yang terpenting adalah pengertian dalam membahagiakan pasangan, bukan menyiksanya.

Sayang sekali saat itu aku kesulitan mendapatkan film-film Jepang sebagai pembanding karena rata-rata film versi asia khususnya Jepang lebih berani tampil natural, tidak bersembunyi di balik hasil operasi buatan yang penuh kepalsuan, namun mampu menampilkan variasi hebat, kreatif dan inovatif serta berteknik tinggi, sehingga secara pribadi, aku kagum kepada mereka.

Dari sekian banyak materi “kuliah” yang kuberikan, satu hal yang paling penting adalah menjaga diri mereka terutama bila mereka sudah mulai berpacaran nanti, maksudku jangan sampai rudal sang pacar diijinkan untuk menembus keperawanannya lalu si pacar kabur begitu saja, pokoknya kalau si pacar itu sudah ingin yang macem-macem, segera putuskan. Serahkan diri seutuhnya hanya pada orang yang benar-benar menyayangi, perhatian dan bertanggung jawab sebagai suami yang syah itulah kebahagiaan sejati yang kutanamkan pada pemikiran mereka dan kuyakin dapat terwujud suatu hari nanti pada diva-diva mudaku ini.Garudaqq

Keesokan harinya yakni hari Sabtu itu sepulang dari sekolah, aku mendapat kabar per telepon dari Pak Sis bahwa mereka sudah kembali berada di Jakarta dan baru besok sore akan sampai di rumah. Ia juga menanyakan kabar kedua putri yang sudah sangat dirindukannya serta menyampaikan bahwa pertemuan bisnisnya di Australia berhasil dengan sukses. Aku memberikan laporan bahwa kedua putrinya dan keadaan di rumah baik-baik saja serta mengucapkan selamat atas keberhasilannya. Kabar itu membuat perasaanku campur aduk,”ini berarti malam terakhir pesta kami bertiga!” pikirku.

Malamnya kebetulan aku ada janji ketemu dengan cewek cantik anak kelas satu di sekolahku yang selama ini kuincar, maka aku pulangnya agak malam, namun Sonya dan Tia sudah kuberitahu dan kujanjikan bahwa pelajaran pasti berlanjut malam ini, mereka juga kuharuskan menonton film lesbian yang sudah kusiapkan sambil menungguku, jadi tidak perlu khawatir.

Kencan malam itu berakhir dengan sukses, karena ketika aku nyatain.. ternyata di luar dugaan dia menerimanya, betapa bahagianya aku malam itu. Saat aku tiba di rumah sekitar pukul 22.00 aku langsung mencari Sonya dan Tia. Agak terkejut ketika kudapati mereka berdua di kamar ortunya tengah berciuman sambil berguling-guling di atas spring bed yang besar itu.

“Waah, kok ngga nungguin abang sich?” godaku.

“Abiis abang lama sich, Sonya dan Tia khan nggak sabar jadinya, tapi ini juga baru mulai kok bang, tadi lamanya nonton film dulu” jawab Sonya.

Tia menghambur ke arahku minta digendong dan ia pun bergantung di punggungku.

“Eh.. abang mau cerita nich, tadi abang sudah nyatain ke temen cewek yang cantik, junior abang di sekolah,
dan abang diterima jadi pacarnya” kataku gembira.

“Waah, selamat ya bang, ada fotonya ngga?” tanya Sonya.

Aku segera mengambilnya di dompetku, “nih liat, abang dikasih waktu di restoran tadi, gimana menurut Sonya?”

“Waah, abang seleranya bagus.. dia cantik sekali, cute, siapa namanya bang?” tanya Sonya.

“Liat doong, liat fotonya” kata Tia.

“Namanya Melati” jawabku.

“Wuiihh, iya Bang cantiik, kaya Kak Sonya” Tia berpendapat.

“Aaah, cutenya lebih mirip Tia kok” Sonya memuji keimutan adiknya.

“Bang, nanti kenalin sama Sonya dan Tia, ajak maen seks bareng” pinta Sonya.

“Iya baang” dukung Tia.

Idenya benar-benar membuatku sumringah.
Garudaqq
“Waahh, seru buanget nih” pikirku.

“Pasti, abang kenalin ke bidadari-bidadari abang ini, tapi kalau ngajak maen bareng.. abang nggak bisa janji yaa” kataku.

“Nggak pa pa kok bang, yang penting kenalin dulu sama kita cewek beruntung yang jadi pacar abang itu” kata Sonya. “Aaah, Sonya bisa aja” kataku tersipu.

“Ayo ah, sekarang kita mulai pelajarannya, biar abang yang buka daster kalian yaa!” kataku sambil mulai melucuti pakaianku sendiri.

Dengan menyisakan celana dalam di tubuhku, aku berkata pada Sonya, “malam ini abang mau mencoba Tia, boleh ya Sonya” kataku. Tia memandang ke arahku lalu ke arah Sonya. Sonya tersenyum lembut lalu berkata, “boleh dong Bang Sonya dan Tia khan percaya sama abang” jawab Sonya. Mendengar ijin Sonya,

Tia pun tersenyum lalu memandang ke arahku.

Tia mengangkat kedua tangannya lurus ke atas tanpa dikomando ketika kedua tanganku baru saja mau membuka dasternya. Satu kesalahan kecil saja yang kulakukan terhadap mereka maka aku akan menjadi salah satu bintang dalam berita TV. Segera kuangkat Tia yang kini hanya mengenakan celana dalam putihnya itu ke tengah tempat tidur, lalu kurebahkan. Sementara Sonya mengambil posisi berbaring di samping kiri Tia, memegang tangannya dan membelai rambutnya. Aku duduk tegak di atas kedua lututku untuk menikmati pemandangan-pemandangan indah yang terhampar di depanku. Kuperhatikan Tia yang kini hanya tinggal dibalut celana dalamnya saja, kulitnya yang putih mulus mirip kakaknya, membuatku tidak sabar untuk memberinya kecupan-kecupan mesra.

Pada sebelah kiri Tia berbaring Sonya dengan daster tipisnya yang agak tersingkap di bagian paha, sehingga kini bisa kulihat kulit pahanya yang mulus dan sekilas celana dalam pinknya yang begitu sexy menggoda.

Sonya dengan cepat menutup bagian dasternya yang tersingkap tadi dengan gaya yang malu-malu dan memandangku dengan ekspresi wajah yang begitu polos, lugu, imut sambil kemudian menggigit sedikit bibir bawahnya, membuat birahiku bergejolak hebat. Bagaikan orang kelaparan yang dihidangkan santapan lezat di depan matanya aku langsung menciumi perut Tia.

“Aaah..” Tia mulai mendesah.

Hisapan dan jilatanku kembali merambat naik menuju lehernya, kedua daun telinganya yang membuatnya merasa kegelian sehingga ia agak menarik kepalanya menjauhi mulutku. “Abaanghh.. geli.. ahh..” Secara samar kuperhatikan ternyata Sonya kini sedang menghisap sepasang payudara kuncupnya bergantian, itulah sebabnya Tia menjadi agak lepas kontrol.

Kubiarkan Tia menghisap lidahku sepuasnya sementara tanganku kini mulai mengusapi paha dalamnya.Garudaqq

Kugetarkan tanganku bagaikan vibrator pada paha dalam Tia sebelah kanan dan hal ini ternyata membuat badan Tia terhentak ke bawah, seakan ingin melepaskan diri dari getaran tanganku dan hisapan Sonya. Tia tidak kuat menerima rangsangan nikmat yang bertubi-tubi seperti itu sehingga ciumannya pun terlepas.

“Aaah.. sshh.. aahh.. hh.. hh..”

Kesempatan itu segera kumanfaatkan untuk berpidah ke posisi. Naluriku mengatakan bahwa Tia tidak akan kuat bertahan lebih lama lagi. Dengan sigap kedua tanganku segera menarik celana dalam putih itu ke bawah.
Kubuka kedua pahanya lebar-lebar lalu kukecup dan Tia mulai mendesah.

“Aaah.. abaanghh.. Kak Sonya.. hh.. hh.. hh..”

Tia mengangkat-angkat pinggulnya sementara Sonya masih tetap menghisapi payudaranya dan tak lama,

“Aaah.. abaanghh.. Tia mau pipiiss.. hh.. hh..”

Kuredam hentakan pinggulnya.

“Aaah.. abaanghh..”

Akhirnya tubuh Tia bergetar kenikmatan walau agak tertahan oleh tanganku dan tubuh Sonya. Setelah gerakan Tia terhenti, aku memberikan Sonya French Kiss. Sonya menyambut ciumanku dengan penuh antusias, kemudian kami pun berbaring di sisi kanan dan kiri Tia sambil memeluk tubuh kecil itu yang kini terkulai lemas untuk memberinya kehangatan. Aku tersenyum lalu berkata, “Nah, sekarang giliran Sonya dan abang!” kataku semangat.

Segera kubuka daster tipis Sonya lalu kurebahkan kembali seraya memberinya ciuman penuh nafsu.

Tanganku dengan cepat kini mulai menggerayangi bukit kembarnya yang indah dan mulai menggetarkannya.

Dapat kurasakan Sonya berusaha untuk bersikap kuat dengan mampu bertahan, tetapi aku bisa mengetahuinya bahwa dia berusaha mati-matian untuk menahan rangsangan tanganku pada payudaranya melalui dengusan nafasnya yang mulai tidak terkontrol serta hisapannya pada lidahku yang menjadi begitu kuat.

Tangan kananku segera kuarahkan ke paha dalam bagian kanan, kubelai-belai lalu kugetarkan di bagian yang paling dekat dengan daerah paling femininnya yang masih tertutup celana dalam tipisnya sehingga getaran tanganku juga turut menggetarkan dengan daerah femininnya yang mulai basah itu.

“Aaahh.. hh.. hh..” Sonya akhirnya melepaskan hisapannya karena tidak kuat menahan nikmatnya rangsanganku di tiga tempat sekaligus itu. Inilah kesempatan emasku untuk berpindah posisi dan memberinya oral, segera kugigit karet celana dalamnya dan kutarik ke bawah. Begitu terlihat belahan vertikalnya aku agak terkejut sekaligus bahagia, karena ternyata daerah itu telah kembali bersih. Bulu-bulu halus yang kemarin-kemarin masih kulihat itu kini telah hilang, bersih dan halus seperti milik Tia.Garudaqq
Ini merupakan sebuah hadiah kejutan kedua yang istimewa bagiku. Kubuka lidahku lebar-lebar agar dapat mengusap bagian bibir vertikalnya yang menggairahkan dan sangat feminin itu. Hisapan kumulai dari paha kiri bagian dalam, merambat naik lalu ke paha dalam bagian kiri tanpa menyentuh vaginanya. Setelah beberapa saat menikmati pahanya barulah ciuman dan hisapan kuarahkan untuk memberikan rangsangan kontinyu pada bagian klitorisnya, sementara kedua tanganku yang menyusup dari bawah kedua pahanya sudah berada pada pada bukit kembarnya dan siap memberikan getaran yang dahsyat.

Tia yang masih berbaring di samping Sonya hanya bisa memperhatikan aktivitas kami sambil memegang tangan dan membelai rambut kakaknya yang tengah kubuat melayang di angkasa merasakan nikmat surga duniawi.

“Aaahh.. aah.. shh.. ouuhh.. hh.. hh.. hh” Sonya mendesah tak karuan kala aku menghisap dan memilin-milin klitorisnya.

Kedua pahanya menjepit kepalaku dengan erat, menandakan dirinya amat sangat terangsang oleh apa yang kulakukan. Tanganku mulai kembali menggetarkan bukit kembarnya yang indah itu, selaras dengan hisapan, kecupan dan jilatan yang kulakukan pada klitorisnya.

“Ooouhh.. ooh.. sshh.. aahh.. hh.. hh.. abaanghh.. hh.. hh.. hh” Sonya kembali meracau.

Kecepatan getaran kedua tangan kupercepat begitu pula dengan permainan hisapanku pada klitorisnya. Tubuh Sonya tersentak-sentak hebat, Ia berusaha melepaskan kedua bukit kembarnya dari tanganku dengan menekan badannya ke bawah, namun tidak berhasil. Ia menaik turunkan pinggulnya dengan liar, “Aaah.. abaanghh.. Sonya pipiiss.. oouhh..” Segera kulepas tangan kananku dari payudaranya untuk memberikan belaian pada klitorisnya, sementara mulutku kuarahkan ke lubang vaginanya..

“Abaangh.. shh.. ah.. ah.. ah” akhirnya Sonya pun kutaklukkan.

Desahan Sonya yang begitu menggairahkan terdengar mengiringi deras dan hangatnya cairan orgasmenya yang mengalir keluar dari lubang vaginanya.

Diriku sendiri juga sudah tidak kuat lagi menahan nafsu yang semakin bergejolak dan siap meledak ini, segera aku membuka celana dalamku dan mulai mengocok batangku yang sudah berdiri dengan tegangnya.

Kuarahkan batangku ke wajah Sonya agar dia menghisapinya seperti biasa. Keringat deras yang mengucur di badan dan wajahnya, serta tubuhnya yang kini terlihat lemas sehabis dilanda getar orgasme hebat tadi menjadikan diriku tidak tega untuk memintanya menghisapi batangku. Akhirnya kuputuskan untuk mengocok sendiri dan mengeluarkannya di dada Sonya. Tidak lama kemudian aku mengalami orgasme dan ejakulasi hebat, spermaku muncrat dengan keras membasahi dada Sonya.

Aku pun terkulai lemas di tempat tidur di samping tubuh Sonya. Kami bertiga saling berpelukan dan berciuman dengan hangatnya di atas tempat tidur besar milik orang tuanya itu. Setelah puas berciuman, kuajak mereka mandi, membersihkan diri bersama dengan air hangat.

Selesai mandi dan berganti pakaian dengan piyama baru, kami pun kembali naik ke tempat tidur besar itu untuk beristirahat dan saling berpelukan dengan penuh kehangatan.Garudaqq

“Sonya hebat, abang kaget sekali lho tadi, kok bisa bersih dan sehalus itu, gimana caranya yaa?” tanyaku menggodanya.

“Ah abang, itu khan rahasia wanita” jawabnya sambil melihat ke arahku dan tersenyum manis.

“Pokoknya dari sekarang Sonya pasti akan selalu mempraktekkan nasehat-nasehat abang!” lanjutnya.

Kukecup bibirnya yang sexy itu dengan lembut.

“Tia juga, malam ini hebaat sekali, abang nggak nyangka lho” kataku lagi pada Tia.

“Tia khan sayang sama abang” jawabnya simpel penuh pengertian, sambil memelukku dengan erat. Kucium rambutnya yang harum lalu kupeluk kedua bidadariku itu dengan penuh kasih. Kami pun lalu terlelap dalam mimpi yang damai dan indah di malam yang sangat luar biasa itu.

“Tinit.. tinit.. tinit..” Pagi itu sekitar pukul tiga dinihari aku terbangun mendengar suara weker yang sudah sengaja kuaktifkan semalam. Bergegas kumatikan weker lalu kugendong bidadariku satu per satu menuju ranjang mereka masing-masing, kuselimuti mereka, kemudian aku kembali ke kamar ortunya untuk mengganti sprei, sarung bantal dan guling dengan yang baru. Hal ini kulakukan untuk menghindari prasangka yang tidak-tidak dari si Was jika pagi nanti ia mendapati kami bertiga tidur seranjang di kamar bapak dan ibu

Sis, terlebih hari ini mereka akan kembali ke rumah. Setelah semuanya selesai, aku kembali ke kamarku untuk kembali beristirahat.

Siang harinya, Sonya sibuk di dapur dibantu oleh Tia dan si Was membuat kue untuk menyambut kedatangan kedua orangtuanya, sedangkan aku ikut membantu dengan membelikan semua bahan-bahan yang mereka butuhkan untuk membuat kue di supermarket. Sore harinya barulah kue “selamat-datang” buatan Sonya dan

Tia itu jadi dan siap saji, setelah itu kami menonton film-film VCD kartun koleksi kesukaan Tia dan Sonya sambil menunggu orangtuanya tiba di rumah.

Sekitar pukul 19.30, kedua ortunya tiba di rumah dan kami menyambutnya langsung di halaman depan.Garudaqq

Denga sigap kubuka pintu taksi yang mengantarkan kedatangan bapak dan ibu Sis, mereka keluar dan menyalamiku dengan wajah yang berseri-seri, lalu memeluk erat kedua putri kecilnya untuk melepaskan rasa rindu yang selama ini menjadi beban selama berada di Australia. Segera kuangkat seluruh barang bawaan bapak dan ibu Sis dari taksi ke dalam rumah, dibantu oleh si Was. Suasana di dalam rumah dipenuhi kebahagiaan, Sonya dan Tia kini memberikan hasil karya mereka berupa kue “selamat-datang” kepada ayah dan ibunya. Mereka berbagi hadiah, pelukan kasih, canda dan tawa serta cerita, tapi tentunya rahasia kami tetap terjaga dengan baik.

Hubunganku dengan Pak Sis sekeluarga tetap berjalan dengan baik, khususnya dengan Sonya dan Tia, namun semenjak saat itu aktivitas ranjang kami bertiga jadi sangat tersendat dikarenakan oleh kesibukanku mempersiapkan diri untuk ujian-ujian dan Ebtanas. Seperti yang sudah kupersiapkan sebelumnya bahwa ketika aku tidak di tempat atau berhalangan, maka mereka berdua bisa saling mereguk kenikmatan tanpa diketahui papa dan mamanya dan juga tanpa harus minta bantuan dari laki-laki lain yang pasti akan menghancurkan segalanya. Aku mengetahuinya karena mereka selalu mengajakku dan jika aku memang tidak bisa karena terpaksa harus nginap di rumah teman untuk belajar bareng misalnya, maka Sonya ataupun
Tia akan memberikan laporan aktivitas erotis mereka berdua dengan begitu membangkitkan gairahku dan membuatku hanya bisa menelan ludah, merasa sangat iri dan menyesal karena tidak bisa turut berpartisipasi, tapi apa mau dikata..

Hubunganku dengan Melati pun sudah semakin erat dan ia juga sudah kukenalkan pada kedua bidadariku, bahkan ia bisa menjadi akrab dengan mereka.Garudaqq

Semua hal terindah itu hanya bertahan sampai aku lulus SMA saja, karena aku harus pindah ke ibukota untuk melanjutkan pendidikan sedangkan Pak Sis dan keluarga harus pindah ke Autralia karena bisnis yang ia tangani berkembang pesat dan sukses besar. Hubunganku dengan Melati pun terpaksa putus dengan baik-baik karena kepindahanku, tapi sebagai teman, ia masih rajin menghubungiku. Inilah kehidupan, realita yang sungguh sangat disayangkan bahwa segala sesuatu yang berawal dengan indah harus berakhir dengan kepedihan. Sekarang, semua manis pahitnya pengalamanku, hanyalah menjadi sebuah, kenangan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MARI KUNJUNGI SITUS BOKEP TERBAIK DI TAHUN 2018/2019 1. WWW.ANAKBOKEP.CF - 2. WWW.NONASEKS.ML - 3. WWW.VIDEOSEKS.GA == 3 SITUS TERBAIK DI MASA INI YANG TELAH UPDATE VIDEO BOKEP HD, SETIAP HARINYA ... DAN JUGA BANYAK TANTE TANTE SIAP MELAYANI ANDA SEMUA  ....